Genap 500 Tahun Reformasi Gereja

Diambil dari Warta Jemaat 22 Januari 2017.

Sepanjang tahun 2017 ini Gereja Katolik dan Gereja Protestan secara bersama akan merayakan genap 500 tahun Reformasi Gereja yang dirintis oleh Martin Luther di Jerman pada tanggal 31 Oktober 1517.

Reformasi Gereja dirayakan hanya 100 tahun sekali dan inilah kali yang pertama dirayakan secara bersama-sama oleh Katolik dan Protestan di seluruh dunia. Perayaan 400 tahun pada tahun 1917 batal karena Perang Dunia ke-1. Perayaan berikut baru akan terjadi pada tahun 2117. Agaknya kebanyakan di antara kita tidak akan mengalaminya.

Perayaan 500 tahun Reformasi Gereja ini sudah dimulai sejak tahun lalu ketika Paus Fransiskus meresmikannya dalam ibadah Gereja Lutheran di Lund, Swedia. Di situ Paus Fransiskus dan para pemimpin Gereja Protestan sepakat untuk mengadakan berbagai kegiatan di gereja-gereja lokal sepanjang tahun 2017 untuk mendidik umat mengetahui arti kejadian 500 tahun lalu itu bagi kehidupan masa kini dengan berbagai acara seperti pemahaman Alkitab, ibadah, penerbitan buku dan edukasi lain.

Paus Fransiskus memuji pembaruan yang dirintis Martin Luther melawan korupsi, keduniawian, keserakahan, dan gila kuasa para rohaniwan gereja zaman itu. Paus meminta umat Katolik dan Protestan terus membarui gereja dan diri masing-masing.

Ajaran Katolik dan Protestan masih berbeda tajam dalam beberapa isu teologis yang krusial seperti substansi ekaristi, namun 90% dari isu-isu teologis lain telah disepakati. Isu yang justru telah memicu pertikaian 500 tahun yang lalu yaitu ajaran tentang pembenaran telah disepakati melalui kajian bertahun-tahun pada tanggal 31 Oktober 1999 antara Katolik dan Protestan (lih. “Tanggal 31 Oktober” di Selamat Berkiprah).

Umat Katolik dan Protestan mempunyai tugas bersama untuk meneruskan pekerjaan Kristus di dunia. Oleh sebab itu, menurut Injil Yohanes, Yesus berdoa “supaya mereka semua menjadi satu… supaya dunia percaya” (Yoh. 17:21), apalagi karena umat Kristen, baik Katolik maupun Protestan, dikelilingi oleh “dunia membenci”, dan “dunia tidak mengenal Engkau” (ay. 14 dan 25).

Andar Ismail

0 Comments

Add a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.