Sermons from February 2017

Hoak

Diambil dari Warta Jemaat 19 Februari 2017. “Hoax” Terus Tebar Benih Konflik dan Literasi Rendah Ladang “Hoax”, itu adalah headline suratkabar Kompas dua hari berturut-turut, tanggal 6 dan 7 Februari 2017 yang lalu. Sedemikian seriusnya masalah hoax sehingga suratkabar beroplah terbesar ini sampai mengangkatnya sebagai headline dua hari berturut-turut. Menurut Google Translate kata hoax diterjemahkan…

Pilkada

Diambil dari Warta Jemaat 12 Februari 2017. Setelah sekitar empat bulan masa kampanye untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta, maka mulai hari ini kita memasuki minggu tenang, dan tanggal 15 Februari 2017 akan dilaksanakan pemungutan suara sekaligus penghitungan suara. Apa yang kita rasakan setelah memasuki minggu tenang? Betul-betul menjadi tenang dan siap dengan pilihan,…

Agama

Diambil dari Warta Jemaat 5 Februari 2017. Pada waktu putri saya masih balita dan mengikuti Sekolah Minggu, pernah dia bertanya kepada saya dan istri saya, begini pertanyaannya: “Tuhan itu agamanya apa?”. Saya dan istri sejenak tertegun dan terpengarah dengan pertanyaan yang tidak kami duga. Maka dengan pemahaman agama saya saat itu yang pas-pasan, saya menjawabnya…

Saya Tionghoa! Apa Saya Primordial?

Diambil dari Warta Jemaat 29 Januari 2017. Kita mulai dengan yang susah. Apa artinya primordial? Terkadang istilah itu diucapkan oleh tokoh yang sok hebat. Ternyata bukan hanya pendengarnya, melainkan beliau sendiri salah mengerti. Ada yang mengartikan primordial itu rasialis. Ada yang anggap itu anti nasional. Ada yang kira itu SARA. Ada yang menduga itu keyakinan…

Genap 500 Tahun Reformasi Gereja

Diambil dari Warta Jemaat 22 Januari 2017. Sepanjang tahun 2017 ini Gereja Katolik dan Gereja Protestan secara bersama akan merayakan genap 500 tahun Reformasi Gereja yang dirintis oleh Martin Luther di Jerman pada tanggal 31 Oktober 1517. Reformasi Gereja dirayakan hanya 100 tahun sekali dan inilah kali yang pertama dirayakan secara bersama-sama oleh Katolik dan…

Membarui Hubungan Menantu-Mertua (Bagian ke- 2)

Diambil dari Warta Jemaat 15 Januari 2017. Itulah penyebab rusaknya hubungan antar orang. Suami merasa kurang diperhatikan istri, istri merasa kurang diperhatikan suami. Begitu juga karyawan dan majikan. Tetangga dan tetangga. Kita merasa kurang dihargai oleh tetangga. Itu penilaian diri kita. Kita adalah orang yang kurang dihargai. Akibat konsep diri seperti itu kita merasa jengkel…

Membarui Hubungan Menantu-Mertua (Bagian ke- 1)

Diambil dari Warta Jemaat 8 Januari 2017. Perang dingin yang sering terjadi dalam keluarga adalah antara menantu perempuan dan ibu mertua. Golongan usia yang rawan adalah 30-40 tahun pada menantu dan 60-70 tahun pada mertua. Begitulah pengamatan saya sebagai pendeta GKI Samanhudi. Darimana saya mendapat informasi adanya konflik itu? Pihak mana yang melaporkan? Biasanya pihak…