Kebaktian Pra-Paskah 3

Anugerah Allah Menopang Umat Nya

Perjumpaan yang diharapkan adalah perjumpaan yang bermanfaat bagi orang lain. Tinggalkan semua yang dibelakang ….dan ketika kita dipenuhi cinta yang melampaui apapun maka seperti perempuan samaria….perjumpaan adalah Anugerah. Anugerah Allah terletak pada perjumpaan kita dengan sesama.

Hidup adalah rangkaian persoalan, namun hal itu diijinkan dan dipakai Allah karena Allah selalu menyiapkan anugerahNya untuk menopang dan meneguhkan manusia ketika kita menghadapi tekanan dalam hidup sehari-hari.

Minggu Pra Paska III tanggal 19 Maret agak berbeda dari minggu-minggu sebelum nya, karena kebaktian 1,2, dan 3, dilayani oleh Pdt. Eric Y.H Egne dari Gereja Kristen Pasundan (GKP) Cakung. Kebaktian 1 dihadiri oleh 414 umat ( 165 Pria dan 249 wanita), Kebaktian 2 dihadiri oleh 628 umat ( 239 Pria dan 389 wanita)dan kebaktian 3 dihadiri oleh 248 umat ( 132 Pria dan 116 wanita). Juga adanya pertukaran penatua klasis Jakarta Utara. Pnt. Wid Kismawati dan Pnt. Daniel Arifyanto Abraham dari GKI Perum Citra 1 melayani di GKI Samanhudi. Penatua dari GKI Samanhudi yaitu : Pnt. Stellawati Jahja dan Pnt. Doris Setiawaty melayani ke GKI Mangga Besar.

Kebaktian di awali dengan penyalaan lilin ke 3 dan pujian pembukaan “Tuhan Engkaulah Hadir” (NKB 216: 1 dan 3). Liturgos,Pnt Hardijanto, Pnt Sinta dan Pnt. Sugianto di masing-masing kebaktian 1, 2 dan 3 membacakan Yohanes 4 : 14 : “tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal “.

Perkataan Tuhan Yesus itu disambut dengan pujian PKJ 245 : 1 – 3 Seperti Wanita di Pinggir Sumur. Sedangkan pujian dari PKJ 40 : 1 – 2 Kasihanilah Aku yang Lemah, dilantunkan sebagai doa pengakuan dosa.

Berita Anugerah diambil dari Roma 5 : 1 – 2a “ Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini”. Umat melantunkan PKJ 126: 1-3 : “Hanyalah Yesus Juruselamat” untuk menyambut Berita Anugerah ini.

Lektor umat membacakan Firman Tuhan dari Kitab Keluaran 17 : 1- 7, Mazmur 95 yang didaraskan, dan Lektor penatua membacakan Roma 5 : 1 – 11. Bacaan Injil diambil dari Yohanes 4 : 5 – 42, yang oleh LAI diberi judul “ Percakapan dengan Perempuan Samaria.”

Sebelum memasuki kotbah, sketsa drama menceritakan tentang pertengkaran dari pasutri Lili dan Billy, mengenai anak mereka – David yang jatuh cinta kepada Aisyah anak tunggal Pak Tono yang berbeda agama. Ketika mereka sedang bersitegang, mereka tidak tahu jika Pendeta Mario sdh datang untuk (sebenarnya) memberitahukan mereka tentang sakit prostatnya, tapi tertunda lagi, karena mereka sedang bergumul memikirkan David. Menurut Pendeta Mario: “ Allah selalu menyiapkan anugerah Nya untuk menopang dan meneguhkan manusia ketika kita menghadapi tekanan dalam hidup kita sehari-hari. Berdoalah dan percayalah bahwa Allah memberikan anugrahNya pada waktunya nanti.”

Pdt. Egne memberikan suatu ilustrasi tentang:

  • seorang pemuda yang putus cinta berkali-kali dengan berbagai macam alasan (playboy cap kembang) dan
  • seorang pemuda yang terus menerus berpindah pekerjaan (kutu loncat).

Dari ke 2 ilustrasi diatas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya manusia mudah merasa tidak puas dan lebih suka menyalahkan orang lain ketika merasa hidup tidak nyaman dan tidak sesuai dengan harapan.

Dari Keluaran 17 : 1 -7 , dapat dilihat bahwa Bangsa Israel adalah profil (prototype) dari bangsa yang mudah bersungut-sungut dan menyalahkan Tuhan. Misalnya ketika di Masa dan Meriba, ketika mereka kehausan, mereka tidak sabar dan lupa dengan pemeliharaan Tuhan terhadap mereka sebelumnya, seperti penunjuk arah dari tiang awan di waktu siang dan tiang api di waktu malam, roti manna, dll.

Ingatlah jika hidup adalah rangkaian persoalan. Persoalan itu diizinkan dan dipakai Tuhan agar manusia lebih baik lagi menjalani hidupnya bersama Nya. Tuhan tidak mau manusia hidup bersungut-sungut, seringkali memaksa Tuhan untuk melakukan sesuatu, sesuai dengan kehendak manusia bukan kehendak Tuhan. Sebagaimana dalam Roma 5 : 3 – 5a : Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan…

Manusia seringkali menghakimi orang lain, apalagi jika orang tersebut cacat. Manusia menggugatnya dengan keras :” Jika Tuhan baik, kenapa ada orang yang dilahirkan cacat ?). Sebenarnya hal itu diizinkan Tuhan untuk memperlihatkan kemuliaan Nya.

Bersyukurlah manusia yang memiliki Tuhan, yang mau terus bersama-sama dengannya dalam suka mau pun duka,dan manusia yang tidak pernah dibiarkan Nya berjalan sendirian.

Kotbah ditutup dengan biografi Nick Vujicic, seorang pria tanpa lengan dan kaki tapi hidupnya menjadi inspirasi bagi banyak orang. Kutipan kata-katanya :” Jika saya bisa melakukan semua hal, maka percayalah jika anda dapat melakukannya lebih baik dari yang saya lakukan.”

Tuhan Yesus selalu hadir dalam setiap langkah hidup kita dan Dia ada dalam setiap pergumulan kita. Allah mengerti, Allah peduli dengan setiap persoalan yang kita hadapi, karena suka dan duka dipakai Nya untuk kebaikan kita. Yang harus manusia (kita) lakukan sekarang adalah melakukan apa yang seharusnya kita lakukan, selebihnya berikan kepada Tuhan Yesus dan percayalah akan anugerah Nya yang luar biasa. Jadi jangan bersungut-sungut dan jangan takut!

Saat hening diisi persembahan pujian oleh Kolintang Efrata 1 (Kebaktian 1 dan 2) dan Efrata 2 pada kebaktian 3. Doa syafaat dipimpin oleh Pdt. Egne dan diakhiri dengan menyanyikan lagu Doa Bapa Kami.

Persembahan syukur dan doa persembahan dipimpin oleh Pnt. Daniel Arifyanto Abraham, diiringi dengan pujian KJ 298 : 1 – 5 : Selama Bumi di Diami.

Lagu Setia Mu Tuhanku, Tiada bertara dilantunkan sebagai lagu pengutusan dan mengajak umat mengamini bahwa Tuhan selalu hadir di dalam setiap langkah kehidupan kita,penyertaan dan AnugerahNya menopang dan meneguhkan manusia ketika kita menghadapi tekanan dalam hidup sehari-hari.

Jkt 19/3/17

Puspita D.L. Tob

Foto-foto Kebaktian Pra-Paskah 3 selengkapnya bisa dilihat melalui link google photo di bawah ini:

https://goo.gl/photos/vsXCMZf5ef546gxDA

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *