Kebaktian Pra Paskah 1

BERSAMA ALLAH DALAM PENCOBAAN

Memasuki bulan Maret, pada kalender gerejawi merupakan awal dan persiapan umat dalam menghadapi hari Paskah. Minggu Pra Paskah, demikian sebutan untuk kegiatan ini. Masa di mana umat diajak untuk mempersiapkan diri dalam memperingati hari penebusan Yesus Kristus di kayu salib.

Pada Minggu 5 Maret 2017, jemaat GKI Samanhudi pun mulai mengadakan Minggu Pra Paskah yang pertama. Pada kebaktian minggu ini dipilihlah tema “Bersama Allah dalam Pencobaan”. Kotbah dibawakan oleh Pendeta Iwan Tri Wakhyudi pada kebaktian umum 1, 2 , dan 3. Inti dari kotbah ini mengajak para jemaat untuk senantiasa mengandalkan Allah meski di dalam penderitaan.

Sebelum kotbah dimulai, tampaklah dua orang pemuda yang mengangkat meja dan kursi ke atas panggung yang persis di depan mimbar, persiapan untuk sketsa drama. Sketsa drama dibawakan oleh tim pelayanan dari Rhemata. Dalam sketsa drama ini bercerita tentang seorang pendeta yang divonis dokter sakit kanker prostat stadium II B. Bukannya mengeluh atau merasa sedih, sang pendeta malah bersyukur. Hal ini membuat dokter menjadi kaget dan bertanya-tanya. Pendeta Mario, demikian namanya, merasa bersyukur karena Allah masih menolongnya. Dia merasa belum terlambat untuk mengobati kankernya, dan hanya karena pertolonganNya-lah ia merasa kuat dan mampu dalam menjalani segala macam persoalan di dalam hidupnya. Termasuk ketika anak gadisnya hamil di luar nikah. Dengan peristiwa itu, keluarga pendeta Mario justru dipulihkan oleh Allah. Oleh karena itu, ketika mendengar vonis dokter, bukannya sedih, pendeta Mario malah bersyukur karena tahu, Allah pasti akan tetap bersamanya. Kalaupun resiko terburuk akan dialaminya, merupakan sesuatu yang terbaik karena akan berjumpa dengan Tuhan.

Sketsa yang dibawakan oleh tim Rhemata tersebut berlangsung sekitar sepuluh menit, kemudian dilanjutkan kotbah dari Pendeta Iwan. Pembacaan terambil dari Kejadian 2:15-17 yang bercerita tentang kejatuhan manusia, adam dan hawa dalam pencobaan. Dalam bacaan ini terlihat tipu muslihat iblis dalam memperdayai manusia untuk bisa menjadi sama seperti Allah. Dari kitab Injil terpilih bacaan dari Matius 4: 1-11, yang bercerita tentang pencobaan yang dialami Yesus di gurun pasir. Iblis berusaha menguji kekuatan dan kemuliaan Yesus sebagai anak Allah.

Dalam kotbah pun, Pendeta Iwan menjelaskan bahwa, keselamatan sesungguhnya hanya dari Allah bukan dari iblis. Iblis hadir pula mencobai Rasul Petrus dan merasukinya yang kemudian Yesus mengusir iblis tersebut dari tubuh Petrus. Iblis juga mencobai keluarga Ananias untuk berbohong tentang harga penjualan tanahnya pada masa jemaat mula-mula dibentuk. Iblis tidak hanya menggoda para pengikut Kristus, tapi juga menyamar menjadi malaikat terang, tokoh-tokoh agama dengan jubah yang panjang dan penampakan sebagai orang saleh.

Dalam Kebaktian Umum I, terlihat 443 umat yang hadir( 156 pria dan 287 wanita). Di ruang kebaktian utama hampir penuh, masih ada terisisa satu atau dua tempat yang kosong dalam tiap baris bangku. Kebanyakan bangku diisi oleh para lansia, orang dewasa, ada beberapa pemuda tapi tidak terlihat anak-anak dalam ruang kebaktian utama. Pada ruang kebaktian lantai bawah, terlihat sepuluhan orang mengisi kursi ruang ibadah.

Cukup berbeda dengan kondisi jemaat yang hadir pada Kebaktian Umum II,711 umat hadir ( 342 pria dan 369 wanita) kisaran umur yang hadir cukup beragam, mulai dari lansia, orang dewasa, pemuda, hingga anak-anak. Semua tempat duduk pada ruang ibadah utama terlihat penuh, demikian pula pada ruang ibadah di lantai dua, sangat sulit untuk mendapatkan kursi kosong, sehingga mereka yang terlambat hadir kesulitan untuk mendapatkan tempat. Pada kebaktian Umum II juga ada pelayanan khusus yaitu pembabtisan beberapa anak balita yang dilakukan oleh Pendeta Iwan. Sebelum pembabtisan, Pendeta Iwan mempertanyakan kesanggupan orang tua babtis dalam mendidik dan menjaga iman anak yang akan dibabtis. Pembabtisan dilaksanakan dalam nama Bapa, Putra, dan Roh kudus, dengan memercikkan air di kepala sang anak Pendeta Iwan memberkati mereka satu per satu.

[Nz090317]

 

0 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *